• Profile
  • Publikasi
  • News
  • Komunitas

PokjaPesisir.com
Home Aktivitas

Main Menu

  • Beranda
  • Profile
  • Aktivitas
  • Kabar Pesisir
  • Siaran Pers
  • Gallery
  • Produk Perikanan
  • Peta Penangkapan Ikan
  • Informasi Cuaca dan Iklim
  • Tulisan
  • Download

Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Aktivitas
Profile Kawasan Pesisir Teritip PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 November 2009 15:09

Profil Kawasan Pesisir Teritip

a).  Keadaan Geografis

Kelurahan Teritip adalah wilayah yang berada di bagian Timur Pasisir  Pantai Kota Balikpapan, dengan luas daratan ± 1.650 Ha. Secara administrasi disebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara, wilayah Selatan berbatasan dengan Selat Makassar, bagian Barat Kelurahan Lamaru dan bagian Timur berbatasan langsung dengan Selat Makassar.

Luas wilayah dan Jumlah Penduduk

Kawasan Pasisir dan laut kelurahan Teritip secara umum termasuk dalam kecamatan Balikpapan Timur, yang terbagi dalam beberapa wilayah Kampung Yaitu kampung ajiraden, Teririp Laut, Gunung Tembak. Kelurahan Teritip  panjang pantainya ± 15 km dan memiliki 3 anak sungai sedangkan luas wilayahnya ± 4.951,25 Ha, dengan jumlah penduduk 8.576 jiwa

b). Potensi Sumberdaya Alam

Vegetasi Mangrove

Pola pasang surut antara 1-2 meter yang berganti-ganti pada setiap bulan juga mempengaruhi daerah-daerah yang lebih atas dan meluas sampai ketepi-tepi hutan campuran dan semak belukar terlihat kaya dengan  jenis-jenis vegetasi penyusun hutan mangrovenya. Sepanjang pessir pantai didominasi oleh jenis Pohon Bakau (Rhizophora spp), dibeberapa bagian juga sangat kaya dengan jenis Api-api (Avicennia spp), perpak/pedada (Sonneratia spp), Tanjang (Bruguiera spp), Ceriop spp.

Vegetasi Campuran

Di daerah pinggiran yang berelief agak tinggi terdiri dari pohon-pohon campuran, hutan dataran rendah dan beberapa gugusan padang rumput. Jenis Nibung, rumpun bambu, semak belukar dan kayu-kayu keras masih ada dibeberapa bagian.

Satwa Lokal dan pendatang

Satwa lokal dan pendatang yang paling  banyak di jumpai adalah jenis-jenis burung. Elang Bondol(Haliastur indus), Elang Ikan (Pandion haliaetus), Elang Laut (Haliaetus luscogaster), Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus), Kuntul (Egretta), Jenis-jenis Gegajahan, Trinil, Berkik, Kedidi, Trulek, Ibis, beberapa jenis Punai, beberapa jenis Raja Udang sungai, Sikatan Bakau banyak di jumpai diantara rimbunan Mangrove sampai di empang-empang. Agak keatas kearah daratan dijumpai masih ada jenis puyuh gonggong kecil (Coturnix chinensis), Perkutut (Geopelia striata), Tekukur (Streptopelia chinensis), Kareo padi (Amaurornis phoenicurtis), Bubut alang-alang (Centropus bengalensis), dan beberapa jenis Cabak. Jenis mamalia kecil dari keluarga primata seringkali terlihat, bahkan dilaporkan penduduk setempat masih adanya Bekantan (Nasalis larvatus), Terwelu hutan (Nesolagus spp) -, musang air (Cynogale bennetti),  Kancil (Tragulus spp), Babi hutan, Meong Congkok (Felis bengalensis), Rusa (Muntiacus muntjak). Dan beberapa jenis Biawak (Varanus borneensis), Ular Sanca, dan Kura-kura. Sungai-sungai kecil dan daerah rawa-rawa sangat penting sebab menjadi tempat mencari makan beberapa jenis burung, kura-kura dan biawak.

Kehidupan Biota laut

Kawasan pesisir pantai dipengaruhi langsung oleh pasang surut air laut menyebabkan sangat kaya dengan jenis ikan, kepiting, udang, kerang, ubur-ubur. Sebagian ikan komoditas yang penting seperti Kakap Merah sungai, Kerapu, Trakulu, Ketambak, Pentan, Kakap Putih, dan beberapa jenis Beronang masih banyak didapatkan oleh masyarakat setempat. Namun diketahui telah terjadi penurunan populasi Kakap Putih dan Pentan dengan sedikitnya hasil tangkapan pemancing dari kedua jenis ikan tersebut. Udang Penaed masih menjadi andalan tangkapan laut yang potensial disepanjang alur muara dan empang, selain itu dari jenis udang putih, udang bintik, udang merah dan udang ebi. Salinitas yang cukup tinggi juga menyebabkan banyak tertangkapnya kepiting dari jenis Rajungan, kepiting karang dan berbagai jenis kepiting batu. Kepiting Bakau yang menjadi tangkapan mata pencarian penduduk setempat telah terbukti menurun populasi nya dibanding beberapa tahun sebelumnya akibat operasinya alat tangkap dogol dan menurunnya kualitas perairan. Mimi laut dan sejenis kima/siput besar sering tertangkap rengge dibagian pinggir. Beberapa jenis ikan pelagis kecil, mulai dari teri, tembang, lincis, trakulu seringkali masuk dalam jumlah besar dari arah muara. Beberapa jenis ikan komoditas sangat penting bagi masyarakat yang menggunakan alat tangkap bubu, rengge, pancing rawe dan sejenis belat.

 

LAST_UPDATED2
 


Joomla SEF URLs by Artio

SEO by AceSEF

Obrolan

ShoutMix chat widget
Pokja Pesisir, Powered by Joomla! and designed by SiteGround web hosting

valid xhtml valid css