| 90% Mangrove Rusak |
|
|
|
| Jumat, 11 Desember 2009 07:48 |
|
Balikpapan - Kelompok Kerja (Pokja) Pesisir mencatat, keberadaan teumbu karang dan mangrove (bakau) di Balikpapan kondisinya kritis. Sekitar 90 persen kondisinya rusak parah. Kawasan mangrove banyak ditebangi dijadikan kawasan budidaya tambak dan direklamasi untuk sarana pariwisata. Sedangkan terumbu karang banyak yang ditambang dijadikan bahan reklamasi untuk sarana pariwisata. Sedangkan terumbu karang banyak yang ditambang dijadikan material bahan reklamasi dan pembangunan jalan, dan aktivitas industri. Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti minitrawl (dogol) juga menyebabkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem perairan lainnya. Data yang dimiliki Pokja, sisa hutan mangrove 150 hektar, sementara luasan terumbu karang kondisinya makin memprihatinkan."Kejadian ini terjadi sejak awal 1990-an hingga saat ini, kawasan ini semakin terdegrasi akibat semakin pesatnya perkembangan kota dan aktivitas manusia," ujar Ketua Pokja Pesisir kota Balikpapan Ilham Jaya, Rabu (9/12) Kompleksitas persoalan itu akan berdampak pada penurunan hasil tangkapan nelayan.
|
| LAST_UPDATED2 |



