• Profile
  • Publikasi
  • News
  • Komunitas

PokjaPesisir.com
Home Kabar Pesisir Budidaya Rumput Laut, Menjanjikan Dikelola Jadi Program Pengembangan Ekonomi Pesisir Balikpapan

Main Menu

  • Beranda
  • Profile
  • Aktivitas
  • Kabar Pesisir
  • Siaran Pers
  • Gallery
  • Produk Perikanan
  • Peta Penangkapan Ikan
  • Informasi Cuaca dan Iklim
  • Tulisan
  • Download

Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Budidaya Rumput Laut, Menjanjikan Dikelola Jadi Program Pengembangan Ekonomi Pesisir Balikpapan PDF Cetak E-mail
Selasa, 10 November 2009 16:30

SUMBER daya kelautan berperan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional untuk meningkatkan penerimaan devisa, lapangan kerja dan pendapatan penduduk. Sumber daya kelautan tersebut mempunyai keunggulan komparatif karena tersedia dalam jumlah yang besar dan beraneka ragam serta dapat dimanfaatkan dengan biaya eksploitasi yang relatif murah sehingga mampu menciptakan kapasitas penawaran yang kompetitif.

Di sisi lain, kebutuhan pasar sangat besar karena kecenderungan permintaan pasar global yang terus meningkat. Untuk memenuhi hal tersebut maka akselerasi pembangunan kelautan merupakan sebuah jawaban yang tepat. Kota Balikpapan menyimpan potensi sumber daya kelautan, baik hayati ataupun non-hayati yang cukup menjanjikan untuk dikelola.

Potensi ini bukan hanya menjadi aset lokal namun juga dapat dirasakan manfaatnya secara nasional jika dikelola dan dimanfaatkan dengan arif dan bijaksana. Salah satu komoditas marikultuer yang saat ini sedang dikembangkan dan merupakan salah satu program pengembangan ekonomi pesisir kota Balikpapan saat ini adalah rumput laut (seaweed).

Yang mana produk utamanya adalah berupa alginat, karagenan, agar dan fluseran. Bahkan saat ini rumput laut menjadi salah satu komuditas primer kota ini. Diharapkan melalui program ini dapat merangsang terjadinya pertumbuhan ekonomi daerah akibat meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. “Alhamdulillah dari hasil rumput laut ini bisa menutupi biaya hidup kami,” kata Tahir salah seorang petani rumput laut yang tinggal di Teritip kepada Post Metro saat ditemui baru-baru ini.

Menurut Tahir potensi rumput laut di sepanjang pantai Balikpapan sebenarnya cukup bagus terutama pantai di sepanjang Balikpapan Timur, hanya saja mereka kurang mendapatkan dukungan modal sehingga jumlah bibit yang mereka sebarkan untuk rumput laut tidak banyak. Hal inilah yang menjadikan kenapa komoditas rumput laut di kota Balikpapan lambat berkembangnya.

Rumput laut telah dikenal sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu di Indonesia maupun di mancanegara. Pada umumnya rumput laut digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, namun seiring dengan berkembangnya Iptek dewasa ini rumput laut dapat di kembangkan dan manfaatkan dalam berbagai macam industri misalnya tekstil, kosmetik dan industri kefarmasian.

Aspek ekonomis, rumput laut merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat nilai gizi yang dikandungnya. Selain itu, rumput laut dapat dijadikan sebagai bahan makanan seperti agar-agar, sayuran, kue dan menghasilkan bahan algin, karaginan dan fluseran yang digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, tekstil dan lain sebagainya.

Dari sudut pandang lain budidaya rumput laut sangat menguntungkan karena dalam proses budidayanya tidak banyak menuntut tingkat keterampilan tinggi dan modal yang besar, sehingga dapat dilakukan oleh semua anggota keluarga nelayan termasuk ibu rumah tangga dan anak-anak. Selain itu masa panen atau produksinya relatif singkat jika dibandingkan dengan budidaya laut yang lain misalnya bandeng, udang dan kerang.

Pangsa pasar rumput laut juga sangat luas baik dalam ataupun luar negeri. Bahkan untuk tingkat konsumsi (pasar) taraf lokal pun para pembudidaya masih kualahan untuk mencukupinya, belum lagi ditambah permintaan luar negeri yang kian hari semakin meningkat, bahkan bisa dikatakan tidak terbatas. “Kami menjual rumput laut ini dengan harga Rp 8 ribu per kg,” ujar Tahir yang diiyakan oleh temannya.

Memang harga rumput laut ini bisa berubah sesuai dengan kondisi pasar, hanya saja dirinya mengakui bahwa permintaan rumput laut ini sangat banyak bahkan berapa pun ada barangnya selalu habis dibeli oleh konsumen. Karena itulah masyarakat sangat tertarik untuk mengembangkan budidaya rumput laut ini hanya saja mereka terkendala modal. Ditinjau dari sisi lahan, usaha budidaya rumput laut tidak banyak kendala.

Budidaya dapat dilakukan di hampir seluruh perairan laut Balikpapan, namun tergantung pada jenis dan metode budidayanya serta jenis rumput laut yang akan dibudidayakan. Dari sisi penerapan teknologi, budidaya rumput laut juga jauh lebih mudah, efisien serta ekonomis dibandingkan teknologi yang digunakan dalam budidaya produk kelautan lainnya.

Dengan adanya aktivitas budidaya tentunya keuntungan yang bisa didapatkan di antaranya; berkurangnya jumlah pengangguran, meningkatnya pendapatan masyarakat, bertambahnya pendapatan asli daerah (PAD), persaingan usaha semakin ketat sehingga roda perekonomian akan terus berjalan dan terciptanya iklim usaha yang kondusif dan pada akhirnya akan tercipta kesejahteraan hidup masyarakat.(are)

Pos Metro Balikpapan

 
Joomla SEF URLs by Artio

SEO by AceSEF

Obrolan

ShoutMix chat widget
Pokja Pesisir, Powered by Joomla! and designed by SiteGround web hosting

valid xhtml valid css